Info+

SCAR, BAIK BERUPA BOPENG ATAU BEKAS JERAWAT (ACNE SCAR), PASTINYA MEMBUAT GUNDAH SIAPA SAJA. MARI SIMAK SARAN DR.DR.AGO HARLIM, MARS, SPKK DALAM MEMERANGI SCAR INI.

Ada banyak modalitas dalam mengatasi masalah scar pada kulit, baik kulit wajah maupun kulit tubuh. Seorang dokter bisa menyarankan chemical peeling (pengelupasan dengan bahan-bahan kimia), dermabrasi, subsisi, hingga penggunaan laser kepada para pasiennya. Perawatan apa yang dibutuhkan oleh pasien, semuanya tergantung pada kondisi pasien itu sendiri. Yang pasti, semua modalitas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

GUSAR DENGAN BEKAS JERAWAT
Sejak remaja, Nadine (bukan nama sebenarnya), sudah mengalami masalah jerawat yang sangat menyulitkannya. Jerawat tumbuh seolah tanpa henti dan berpindah-pindah. Setelah di pipi, akan muncul di puncak hidung, kemudian, muncul lagi di dahi, disusul pda bagian dagu. Bukan hanya itu, jerawat juga memenuhi punggung dan dadanya. Ia sempat mengunjungi beberapa dokter untuk mengatasi masalahnya tersebut, dan sekarang jerawat-jerawat tersebut sudah mulai berkurang.

Ternyata, dengan berkurangnya jerawat, tidak menyelesaikan masalah Nadine. Jerawatnya memang berkurang, namun bekasnya benar-benar sangat mengganggu. Ada bekas kehitaman di daerah pipinya, juga bekas berupa lubang kecil-kecil pada bagian pipi, dagu, dan keningnya. Nadine benar-benar merasa galau, dan hilang rasa percaya dirinya. Setiap kali harus keluar rumah atau harus bertemu dengan seseorang, ia harus mengenakan makeup agak tebal untuk menutupi bekas-bekas jerawat tersebut, dan ini menurutnya sesuatu yang benar-benar tidak nyaman.

“Saya mengunjungi beberapa dokter untuk melakukan perawatan guna menghilangkan bekas-bekas jerawat ini, dan sampai sekarang menurut saya hasilnya belum maksimal,” terang gadis berusia 29 tahun ini.

DARI PEELING SAMPAI DERMAL ROLLER
“Pada prinsipnya, semua cara perawatan scar bertujuan untuk merangsang produksi kolagen, karena scar terjadi akibat adanya hambatan pada produksi kolagen,” terang Dr. dr. Ago Harlim, MARS, SpKK dari klinik JMB, Jakarta. Ia menjelaskan, chemical peeling dapat diterapkan pada kasus acne scar yang tingkat kedalamannya ringan atau superfcial.

Semantara itu, dermabrasi umumnya dipilih untuk mengangkat lapisan kulit sampai kedalaman tertentu. Bila pasien memiliki kasus scar jenis rolling scar (parut bergelombang yang dangkal dan lebar, berukuran 4-5mm atau lebih), sangat efektif menggunakan metode subsisi. Prosedur subsisi dilakukan dengan memotong jaringan yang menahan permukaan kulit, sehingga permukaan kulit tersebut menjadi naik. Setelah subsisi, dapat ditambahkan dengan prosedur lain, seperti demabrasi atau laser.

Pada kasus acne scar, perawatan dengan dermal roller juga bisa dilakukan, sebab tujuannya adalah untuk merangsan kolagen sambil memasukkan bahan-bahan yang dapat merangsang penyembuhan kulit. Bahan-bahan yang dimaksudkan dalam hal ini diantaranya adalah cantella asiatica dan growth factor.

HOW ABOUT LASER?
Untuk mengatasi scar, umumnya para dokter juga memanfaatkan teknologi laser, salah satunya adalah laser Fotona SP Dynamis, laser Erbium:YAG dan Nd:YAG. Menurut Dr. Ago, laser jenis Erbium:YAG tidak terlalu agresif dibandingkan dengan laser CO2, tetapi kebanyakan pasien sangat menyukainya karena prosedur perawatannya nyaman dan hasilnya bagus. Laser ini bekerja dengan mengikis permukaan kulit dan menstimulasi kolagen menjadi lebih cepat,” terang Dr. Ago.

Dr. Ago mengaku sudah banyak menggunakan teknologi laser ini untuk mengatasi berbagai kasus scar kepada para pasiennya. Ia menyukai laser ini karena setiap kali melakukan prosedur perawatan, membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, hanya sekitar 20-35 menit saja. Biasanya, jumlah perawatan yang dibutuhkan antara 4-5 kali dengan interval minimal sebulan sekali. “Setelah 5 kali perawatan, hasilnya sudah semakin membaik, dan pasien dapat mengulanginya setiap 6 bulan atau setahun sekali. Dengan menggunakan laser ini, pertumbuhan kolagen di bawah kulit akan berjalan terus menerus, dan bertahan lama,” kata Dr. Ago.

Selain cepat, karena laser ini tidak terlalu agresif, maka pasien tidak perlu khawatir akan rasa sakit pada saat perawatan, maupun bekas kemerahan pada kulit setelahnya. Bahkan, masih menurut Dr. Ago, jika perawatan harus dilakukan pada daerah mukosa pun, pasien tidak akan merasa sakit sama sekali.

Keunggulan dari laser Fotona ini, selain akan mengurangi produksi kelanjar minyak, sehingga jerawat tidak muncul kembali, juga untuk merangsang kolagen. Rangsangan kolagen ini akan memunculkan jaringan baru sehingga bekas jerawat akan segera hilang dan kulit menjadi halus sekaligus lebih cerah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

----------------------------------

Copyright © 2019 Majalah aesthetic+Themetf

To Top
×