Experience+

  

                 dr. NATALIE WAHYUDI, SpKK

DENGAN PRO YELLOW
SEKALI TREATMENT SAJA SUDAH MEMUASKAN

DERMAL MELASMA ADALAH SALAH SATU JENIS MELASMA YANG CUKUP SULIT UNTUK DIATASI, KARENA PADA KASUS INI SUDAH TERJADI PELEBARAN PEMBULUH DARAH. PENGGUNAAN KRIM SAJA TIDAK CUKUP, SEHINGGA HARUS DILAKUKAN PERAWATAN DENGAN ALAT BERTEKNOLOGI LASER, SEPERTI LASER PRO YELLOW.

Dokter Natalie Wahyudi, SpKK dari klinik Skin Rachel menjelaskan bahwa melasma adalah bercak cokelat-kehitaman pada kulit yang terpapar sinari matahari, terutama pada wajah. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi berhubungan dengan paparan sinar matahari, hormon, obat kontrasepsi, obat epilepsi dan psikis, juga jenis kosmetika tertentu yang menyebabkan kontak dermatitis, kemudian menimbulkan bercak melasma (Rielh’s Disease).

Melasma bisa terjadi sejak usia muda, tapi lebih banyak terlihat pada orang dengan kulit berwarna cokelat sampai hitam, seperti orang Asia, Timur Tengah, Indonesia dan Amerika Selatan. Biasanya, kelainan kulit ini muncul di daerah malar atau kedua pipi dan area centrofacial, seperti daerah pipi, hidung dan atas bibir.

Menurut dr. Natalie, ada dua jenis melasma berdasarkan letaknya, yaitu superfisial dan dermal melasma. Melasma yang superfisial lebih mudah disembuhkan karena melanin berada di lapisan atas kulit. Perawatan utama untuk melasma adalah dengan krim yang mengandung kojic acid, hidrokuinon, azaleic acid, vitamin C, tretinoic acid dan banyak lagi.

“Untuk jenis dermal melasma sulit disembuhkan hanya dengan krim, karena pada kelainan ini sudah terjadi pelebaran pembuluh darah dan produksi melanin di bawah kulit yang berlebihan. Hal ini disebabkan karena paparan sinar matahari memicu sel keratinosit mengeluarkan plasmin, di mana plasmin ini akan menstimulasi pengeluaran prostaglandin,” terang dokter lulusan Universitas Trisakti Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Untuk kasus dermal melasma di kliniknya, dr. Natalie mengaku mengandalkan laser ProYellow yang menargetkan sinarnya pada pembuluh darah, sehingga dapat mengobati dermal melasma. Targetnya adalah pembuluh darah atau telangiektasis yang bertanggungjawab terhadap pembentukan prostaglandin.

“Saya sudah menggunakan laser ini untuk para pasien dengan kasus dermal melasma, dan hasilnya sangat memuaskan. Dalam sekali terapi saja hasilnya sudah dapat dilihat dan dirasakan oleh pasien. Untuk melasma superfisial, saya kombinasi dengan laser Erbium:YAG soft peeling. Tetapi menurut saya, hampi semua pasien memiliki kasus melasma campuran,” terang dokter kelahiran 29 Desember 1969 ini lebih lanjut

Dokter Natalie menjelaskan bahwa Pro Yellow adalah laser tanpa rasa sakit dan tanpa downtime (waktu tunggu), sehingga pasien dapat langsung kembali melanjutkan aktiftas sehari-hari, segera setelah perawatan.

Pro Yellow adalah laser diode pertama dengan panjang gelombang 577nm yang memiliki warna sinar cenderung kuning. Berbeda dengan jenis laser yang sudah ada sebelumnya, seperti gelombang sinar 532 nm, laser Pro Yellow dianggap lebih efektif karena memiliki absorpsi tertinggi pada pembuluh darah. Dengan panjang gelombang dan warna sinarnya sangat efektif untuk merawat pembuluh darah dan pigmentasi pada melasma, termasuk demal melasma yang berat dan sulit disembuhkan dengan krim. Pada kasus melasma saat pemeriksaan baik melalui pemeriksaan fsik maupun secara histologik, ditemukan adanya peningkatan vaskularisasi di sekitar lesi melasma. Saat ini penyebab timbul angiogenesis di sekitar lesi melasma belum diketahui secara jelas, namun beberapa pendapat mengatakan bahwa ada kaitannya dengan radiasi sinar UVB. Dengan adanya peningkatan vaskularisasi pada melasma, maka pengobatan dengan Pro Yellow akan memberikan hasil yang optimal dan efektif. Pigmen dari melanin menyerap sinar kuning ini kemudian dipanaskan dan terbentuk suatu koagulasi. Setelah itu, pigmen melanin ini akan rusak dan hancur menjadi partikel yang lebih halus.

“Dengan laser ini, baik dokter maupun pasien sama-sama merasa nyaman, karena hasilnya yang langsung terlihat, juga prosedurnya yang mudah, aman, cepat dan tanpa downtime. Saya dan pasien merasa puas sekali menggunakan laser ini,” terang dr. Natalie yang hobi travelling dan memasak ini.

Faktof internal dan eksternal sangat mempengaruhi berapa kali terapi harus dilakukan, sehingga akan berbeda pada setiap orang. Meskipun pada umumnya sekali terapi saja sudah memperlihatkan hasil yang menggembirakan, tapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dapat dilakukan pengulangan perawatan sebanyak 3-4 kali dengan interval satu bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

----------------------------------

Copyright © 2019 Majalah aesthetic+Themetf

To Top
×