Majalah aesthetic+ online

Cover+

dr. Ika Ayu Windyasari

MASIH HARUS
MENINGKATKAN
KOMPETENSI DAN
KAPABILITAS


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SENANG BER-MAKEUP, HOBI MENDANDANI TEMAN, DAN SANGAT MENYUKAI WANITA YANG BERPENAMPILAN CANTIK SERTA AWET MUDA, MEMANG SUDAH MENJADI SIFAT dr. IKA AYU WINDYASARI SEJAK KECIL. KARENA ITUKAH DR. IKA MEMILIH MENJADI SEORANG DOKTER?

Usai menamatkan pendidikan kedokterannya, dr. Ika tidak pernah merubah fokus karirnya. Ia tetap ingin bekerja di bidang yang dapat membuat seorang wanita menjadi lebih cantik dan awet muda. Ia pun memutuskan untuk berkarir di bidang estetik dan anti-aging. Seperti apa perjalanan karirnya? Simak penuturan dokter kelahiran Jakarta 29 November 1985 ini kepada majalah Aesthetic+.

DOKTER ANTI-AGING
Menurut dokter berwajah cantik ini, dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia, ilmu kedokteran anti-aging
di Indonesia masih merupakan ilmu kedokteran baru dan baginya ilmu ini juga sangat menarik. Mengapa anti-aging medicine sangat menarik bagi Anda? Ilmu kedokteran terkait kecantikan berbeda dari anti-aging. Saya adalah dokter anti-aging, bukan dokter kecantikan. Bila ilmu kedokteran modern mengulik penyakit per organ tubuh, seperti jantung, tulang atau mata, sementara anti-aging medicine mengerahkan seluruh cabang ilmu kedokteran untuk menemukan sesuatu yang keliru pada tubuh pasien, lalu memperbaikinya, dan meremajakan miliaran sel dalam tubuh. Goal saya adalah memperbaiki kualitas hidup mereka luar dan dalam.

Apakah masyarakat Indonesia sendiri sudah memahami akan hal ini?
Di Indonesia banyak masalah anti-aging dan estetik, tetapi pasien-pasien lebih banyak memikirkan bagaimana cara pengobatan dan apa obatnya yang ampuh. Mereka jarang memikirkan bagaimana pencegahan, deteksi dini, dan perbaikan kualitas hidup dari berbagai permasalahan disfungsi. Menjadi tua itu sebuah proses alamiah setiap manusia, tapi kita tidak harus menghabiskan waktu di rumah sakit. Umur di tangan Tuhan, tapi bagaimana kita bisa menghabiskan masa tua kita dengan sehat, gembira, dan produktif. Semua itu harus ditentukan mulai hari ini. Ilmu Kedokteran anti-aging dapat mewujudkan itu. Usia KTP boleh saja tua, tapi kondisi fsik tetap muda, sehingga bisa beraktivitas dan produktif dengan usia harapan hidup yang lebih lebih lama.

Kasus-kasus anti-aging apa saja yang sering Anda temui selama ini?
Saya sering menemui kasus acne, flek hitam, kerutan dan sagging. Kasus yang lainya seperti kegemukan dan kesulitan me-maintenance berat badan juga banyak terjadi. Kasuskasus ini cukup banyak dan sering disebabkan karena pola hidup yang tidak baik dan kurang rutinnya perawatan wajah.

Pengalaman menarik apa yang sudah Anda alami selama ini?
Pengalaman menarik yang pernah saya alami adalah saat saya dipercaya menjadi brand ambassador (doctor ambassador) sebuah produk minuman ion ternama. Di situ saya harus menjadi pembicara rutin ke setiap instansi-instansi untuk memberikan edukasi seputar kecantikan dan kesehatan. Bagi saya, pengalaman ini sangat menarik karena di sini tidak hanya dituntut Ilmu kedokteran saja akan tetapi juga public speech. Kemampuan speaking, body language, dan bagaimana bisa persuasif agar edukasi bisa sampai kepada audience, harus saya kuasa. Dan bagi saya itu merupakan tantangan tersendiri.

HARUS MENGEDUKASI PASIEN
Suka dan duka yang dialmi oleh dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta ini, merupakan pembelajaran baginya. Through ups and down life.

Apa saja suka dan duka yang Anda alami selama ini?
Sebenarnya, bukan tentang apa yang saya alami, tapi bagaimana saya menyikapinya. Saat saya achieved, saya belajar bersyukur dan tidak cepat puas. Dan ketika saya failed atau down, saya akan mencari cara agar saya bisa naik kembali tanpa berlama-lama dalam keadaan duka. Itulah arti keseimbangan dalam hidup.

Tapi pasti banyak kendala yang sudah Anda alami. Bagaimana Anda mengatasinya?
Di saat pasien-pasien memaksakan perawatan mereka berdasarkan tren atau ingin seperti teman mereka, misalnya saat ini bentuk wajah V-shape sedang menjadi tren, karena dianggap bentuk yang sempurna. Inilah yang saya sebut dengan tantangan. Mengapa? Karena tugas saya disini adalah mengedukasi pasien bahwa bukan sekadar V-shape yang kini diinginkan, tetapi lebih kepada penampilan seseorang yang menjadi lebih muda daripada umur biologisnya dengan segala keseimbangannya.

“SAYA INGIN MEMBUKA CENTER OF ANTI-AGING DENGAN HARGA 
TERJANGKAU AGAR SEMUA
MASYARAKAT DAPAT MERASAKAN
MANFAAT ILMU ANTI-AGING SECARA
KOMPREHENSIF.”

Setelah bertahun-tahun menekuni karir, apakah menurut Anda semua ilmu dan pengetahuan yang Anda miliki sudah mencukupi untuk mendukung karir Anda?
Tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran khususnya aesthetic yang berhubungan erat dengan antiaging, membuat saya masih merasa perlu meningkatkan kompetensi dan kapabilitas saya. Oleh karena itu perjalanan dalam bidang kedokteran ini saya lanjutkan dengan mengambil Program Magister Anti-Aging Medicine di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali.

Apa rencana Anda ke depannya, terutama untuk karir Anda?
Saya ingin membuka Center of Anti-Aging dengan harga terjangkau agar semua masyarakat dapat merasakan manfaat ilmu anti-aging secara komprehensif. Saat ini saya memiliki brand ”Diamond Glow by dr.Ika Ayu” dan saya ingin membesarkan produk tersebut.

MEMPERSIAPKAN FISIK DAN PIKIRAN UNTUK KARIR
Ketertarikan dr. Ika di bidang kedoktreran estetik dan antiaging, pada akhirnya memang tidak hanya mengantarkannya pada karirnya saat ini, tapi juga membuatnya harus mampu menjadi sosok yang berguna bagi orang lain.
“Tidak hanya pasien, tapi juga small circle saya sendiri, seperti keluarga, kerabat dan sahabat. Selain itu, semua ini juga membuat pola pikir saya menjadi terbiasa untuk melihat setiap permasalahan secara utuh, menyeluruh dan obyektif,” ujar dr. Ika sambil menambahkan, keluarga terutama orangtua adalah sosok yang paling mendukung karirnya selama ini. Tanpa doa dan support dari orangtua, ia percaya tak akan mampu mencapai karirnya sejauh ini.
Untuk mendukung karir dan pekerjannya, memiliki penampilan yang menarik, sehat dan awet muda juga menjadi suatu hal yang sangat perlu untuk diperhatikan. Bagi dokter yang berpraktik di sebuah klinik kecantikan di daerah Jakarta Selatan ini, daily treatment berupa membersihkan wajah dua kali sehari dan sesudah beraktiftas adalah suatu kewajiban.
“Saya juga rutin mengenakan sunblock dan serum wajah. Facial dan perawatan dengan alat Exilis untuk mempertahankan bentuk wajah agar tidak sagging atau kendur, juga selalu saya lakukan. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk melakukan operasi plastik guna merubah bentuk wajah, karena saya memiliki prinsip naturally beautiful. Untuk menjaga kebugaran, saya rutin melakukan olahraga lari 1-2 kali seminggu, dan sit-up, plank maupun push-up setiap pagi,” ujar dr. Ika sambil tersenyum.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

===========================================

Copyright© 2020 Majalah aesthetic+ All Rights Reserved.Themetf

To Top
×